OPTIMASI DIMENSI RUMAH TANAMAN BUDIDAYA TOMAT

Peningkatan jumlah penduduk dunia dari tahun ketahun terus mengalami pertambahan. Sehingga kebutuhan bahan pangan dunia terus mengalami peningkatan. Disamping itu perkembangan pengetahuan mendorong manusia untuk hidup lebih sehat, misalnya dengan mengkonsumsi makanan yang sehat dan lebih banyak mengkonsumsi buah dan sayur. Tomat, selain dikenal sebagai salah satu jenis buah-buahan juga dikenal sebagai jenis sayuran yang mengandung banyak manfaat bagi tubuh. Pemanfaatan tomat sebagai sayur dan buah mengakibatkan terjadinya peningkatan kebutuhan akan tomat.

Tanaman tomat merupakan jenis tanaman jangka pendek sehingga dapat dibudidayakan berkali-kali dalam setahun. Namun budidaya tomat lebih sering dilakukan pada musim kemarau jika dilakukan dilahan terbuka. Harga komoditi tomat pada musim hujan lebih mahal dibandingkan pada musim kemarau. Hal ini disebabkan karena rendahnya produksi akibat serangan hama dan penyakit serta banyak buah yang rusak karena pengaruh hujan, sedangkan permintaan tetap tinggi. Oleh karenanya petani tomat menaikkan harga karena biaya produksi meningkat pada musim hujan.

Penggunaan rumah tanaman (greenhouse) dalam budidaya tanaman tomat merupakan salah satu cara agar dapat melkukan budidaya sepanjang tahun. Karena kondisi lingkungan dari tanaman tomat dijaga agar selalu optimum sehingga kualitas tomat meningkat baik jumlah maupun mutunya. Tomat, dalam pertanian  hidroponik  menghasilkan produksi  terbesar pada skala dunia, walaupun sangat kompleks dalam fisiologi dan teknik manajemen pertumbuhannya, karena dari mulai pertumbuhan vegetatif, berbunga dan berbuah semua harus tetap dipelihara secara bersamaan pada tanaman. Sehingga diperlukan lingkungan tanam yang dapat mendukung pertumbuhan tomat yang optimum.

Investasi yang besar dalam kegiatan budidaya tomat didalam rumah tanaman menjadi kendala yang utama. Perlu dilakukan perancangan rumah tanaman yang cocok dan sesuai baik dari segi dimensi bangunan, kontruksinya dan bahan yang digunakan sehingga menguragi biaya produksi, maka diperlukan analisa teknik yang tepat agar rancang bangun rumah tanaman yang diinginkan dan diharapkan dapat terwujud.

Rumah tanaman pada awalnya digunakan dan teknologinya berkembang di kawasan yang beriklim subtropika sehingga terjadi kecenderungan rancangan rumah tanaman di kawasan yang beriklim tropika basah juga meniru rancangan rumah tanaman di daerah beriklim subtropika. Kecenderungan seperti ini perlu dihindari. Pertimbangan utama perancangan rumah tanaman untuk kawasan yang beriklim subtropika adalah terletak pada upaya melindungi tanaman dari suhu udara luar yang sangat rendah, sehingga rumah tanaman perlu dirancang sangat kedap. Selanjutnya, pertimbangan utama perancangan rurnah tanaman untuk kawasan yang beriklim tropika basah, adalah terletak pada fungsi rumah tanaman sebagai bangunan perlindungan tanaman dari hujan, serangga, dan angin. Rumah tanaman harus mampu melindungi tanaman dari hujan, serangga, dan angin. Karena tingginya radiasi matahari di kawasan yang beriklim tropika maka rancangan rumah tanaman harus dapat mencegah tingginya suhu udara di dalam rumah tanaman.

Rumah tanaman didaerah tropika perlu memperhatikan kriteria bukaan rumah tanaman merupakan kombinasi yang baik antara bukaan untuk ventilasi dan proteksi terhadap air hujan, kerangka kontruksi harus cukup kuat sebagai antisipasi terhadap kemungkinan angina kencang, serta biaya pembangunan harus cukup murah dan tata letaknya mempertimbangkan kemungkinan perkuasan area rumah tanaman.

Rancangan rumah tanaman yang baik memperhatikan rancangan fungsional dan rancangan structural rumah tanaman. Rancangan fungsional meliputi optimasi fungsi proses produksi, tata ruang/lay out, lingkungan mikro, managemen efisiensi waktu dan gerak. Rancangan structural meliputi kekuatan, kekakuan,, keawetan, efisiensi, keamanan, dan factor biaya.

Gambar rumah tanaman dapat dilihat pada link berikut http://www.4shared.com/rar/NGvwmf9u/Greenhouse.html

 

 

Comments

Inspirasi

MUHAMMAD ALI IMRAN S.

F14100152

LASKAR 28

Kesuksesan seseorang tidak diukur dari kepintaran tapi dari tekad yang kuat untuk berusaha. Setidaknya itulah yang dapat ayas pelajari dari kisah paman saya. Dia adalah sepupu dari ayah saya. Sama seperti ayah saya yang berasal dari keluarga yang begitu sederhana. Namun ayah saya masih sedikit beruntung masih bisa bersekolah hingga strata satu. Paman saya hanya pernah merasakan duduk di bangku sekolah dasar itu pun tidak sampai selesai. Ketika itu dia harus rela melepas baju seragamnya dan mengantinya dengan baju kebun. Ya begitulah, dia sudah harus membantu orang tuanya berkebun meskipun secara fisik maupun mental dia beum siap.

Walaupun tidak bisa bersekolah namun tidak mengurangi niatnya untuk menuntut ilmu. Hampir setiap saat di manapun dan kapanpun dia selalu membawa buku dan sebisanya dia pasti membacanya. Dia sangat senang belajar tentang mesin.

Ketika usianya sudah cukup dewasa paman memutuskan untuk pergi merantau di kota besar. Awalnya ia kesulitan bagaimana tidak ijasah SD pun ia tak punya. Namun ia tetap mencoba berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Dan ia pun mendapatkannya, meskipun hanya sebagai tukang las di tempat pengeboran minyak. Di situ ia tidak hanya bekerja namun mempelajari bagaimana mesin itu bekerja. Ketika ia merasa apa yang di dapatkannya sudah cukup ia keluar dan mencari pekerjaan di tempat lain.

Di tempat kerjanya yang baru, ia juga hanya sebentar dan berpindah lagi. Ia mencoba mencari pekerjaan di tempat baru. Dan kali ini ia mendapatkannya dengan mudah, bahkan karena perusahaan percaya dengan kemampuannya ia mendapat kedudukan yang lebih baik. Dan ia tidak menyiakan kesempatan itu ia belajar lebih dalam lagi tentang mesin dan tidak disangka ia mampu merakit alat pengeboran minyak sendiri. Mesin rakitannya itu ia persentasikan di perusahaannya. Dan tak di sangka ternyata mesinnya di terima perusahaan. Ia diberi kepercayaan untuk menjalankan proyek pengeboran minyak di Kuwait, salah satu negara penghasil minyak terbesar di dunia. Sekarang ia menjadi orang penting di perusahaan. Ia bahkan memiliki saham di perusahaan yang berada di bawah naungan pertamina.

Dari kiah paman saya belajar bahwa kesuksesan mengharuskan kita untuk berani mencoba, tak peduli dengan resiko, dan menganggap itu tantangan yang harus di jalani. Pengalaman yang di dapat menjadikannya manusia yang kuat. Memang kesuksesan itu tidak bisa di ukur dengan alat ukur apapun, karena kesuksesan itu sifatnya relatife. Namun setidaknya hal itulah yang saya lihat dari paman saya dan semoga bisa menjadi inspirasi bagi saya

Comments